inspirasi sang desainer
Senin, 05 November 2012
Selasa, 30 Oktober 2012
makna lir-ilir
LIR ILIR
Lir ilir..lir ilir.. tandure wus sumilir
Tak ijo royo-royo tak sengguh temanten anyar
tak sengguh temanten anyar
bocah angon.. bocah angon penekno blimbing kuwi
lunyu-lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro
kanggo mbasuh dodotiro
dodotiro... dodotiro... kumitir bedah ing pinggir
dondomono jrumatono kanggo sebo mengko sore
kanggo sebo mengko sore
mumpung padang rembulane,mumpung jembar kalangane
yo surako surak hiyo...
yo surako surak hiyo...
MAKNANYA
Sunan mengingatkan agar orang-orang segera bangun dan
bergerak.karena saatnya telah tiba.bagaikan tanaman yang telah siap di panen
yang telah siap menerima petunjuk dan ajaran islam dari para wali .
Hijau, adalah simbol warna kejayaan islam, dan agama islam
digambarkan seperti pengantin baru yang menarik hati siapapun yang melihatnya
dan membawa kebahagiaan bagi orang-orang sekitarnya.
Yang disebut anak gembala ,adalah para pemimpin dan
belimbing adalah buah bersegi 5 yang merupakan simbol dari 5 rukun islam dan
sholat 5 waktu.para pemimpin diperintahkan oleh sunan untuk memberi contoh
kepada rakyatnya dengan menjalankan ajaran islam secara benar yaitu dengan
menjalankan 5 rukun islam dan sholat 5 waktu.
Dodot, adalah sejenis kain kebesaran orang jawa yang hanya
digunakan pada upacara-upacara.dan pada jaman dahulu buah belimbing sering di
gunakan sebagai pencuci kain karena kandungan asamnya, terutama untuk merawat
kain batik supaya tetap awet. Dengan kalimat ini sunan memerintahkan orang
islam untuk tetap brusaha menjalankan lima rukun islam dan sholat 5 waktu
walaupun banyak rintangannya(licin jalannya). Semuanya itu diperlukan untuk
menjaga kehidupan beragama mereka. Karena, agama itu seperti pakaian bagi
jiwanya. Walaupun bukan sembarang pakaian biasa.
Kemerosotan moral telah menyebabkan banyak orang
meninggalkan ajaran agama mereka, sehingga kehidupan beragama mereka
digambarkan seperti pakaian yang telah rusak dan robek .
Seba, artinya menghadap orang yang berkuasa/raja, disini
sunan memerintahkan agar orang-orang memperbaiki beragamanya yang telah rusak
tadi dengan cara menjalankan ajaran agama islam secara benar, untuk bekal
menghadap allah swt di hari nanti.
Selagi masih banyak waktu,selagi masih banyak kesempatan ,
perbaikilah kehidupan beragamamu dan bertaubatlah.
Bergembiralah, semoga kalian mendapat anugerah dari tuhan.
Disaatnya nanti datang panggilan dari yang maha kuasa nanti, sepatutnya bagi
mereka yang telah menjaga kehidupan beragama-nya dengan baik untuk menjawabnya
dengan gembira.
“CAHAYA ALLAH AKAN
MUNCUL PADA JIWA ORANG YANG BANYAK MENGINGAT ALLAH
DAN JIKA JIWANYA
BERCAHAYA MAKA WAJAHNYA PUN TERLIHAT BERCAHAYA
DENGAN CAHAYA YANG
INDAH “
PENULIS
(Angga Pratama Subekti)
Langganan:
Postingan (Atom)
