Selasa, 30 Oktober 2012

makna lir-ilir


LIR ILIR
Lir ilir..lir ilir.. tandure wus sumilir
Tak ijo royo-royo tak sengguh temanten anyar
tak sengguh temanten anyar
bocah angon.. bocah angon penekno blimbing kuwi
lunyu-lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro
kanggo mbasuh dodotiro
dodotiro... dodotiro... kumitir bedah ing pinggir
dondomono jrumatono kanggo sebo mengko sore
kanggo sebo mengko sore
mumpung padang rembulane,mumpung jembar kalangane
yo surako surak hiyo...
yo surako surak hiyo...
MAKNANYA
Sunan mengingatkan agar orang-orang segera bangun dan bergerak.karena saatnya telah tiba.bagaikan tanaman yang telah siap di panen yang telah siap menerima petunjuk dan ajaran islam dari para wali .
Hijau, adalah simbol warna kejayaan islam, dan agama islam digambarkan seperti pengantin baru yang menarik hati siapapun yang melihatnya dan membawa kebahagiaan bagi orang-orang sekitarnya.
Yang disebut anak gembala ,adalah para pemimpin dan belimbing adalah buah bersegi 5 yang merupakan simbol dari 5 rukun islam dan sholat 5 waktu.para pemimpin diperintahkan oleh sunan untuk memberi contoh kepada rakyatnya dengan menjalankan ajaran islam secara benar yaitu dengan menjalankan 5 rukun islam dan sholat 5 waktu.
Dodot, adalah sejenis kain kebesaran orang jawa yang hanya digunakan pada upacara-upacara.dan pada jaman dahulu buah belimbing sering di gunakan sebagai pencuci kain karena kandungan asamnya, terutama untuk merawat kain batik supaya tetap awet. Dengan kalimat ini sunan memerintahkan orang islam untuk tetap brusaha menjalankan lima rukun islam dan sholat 5 waktu walaupun banyak rintangannya(licin jalannya). Semuanya itu diperlukan untuk menjaga kehidupan beragama mereka. Karena, agama itu seperti pakaian bagi jiwanya. Walaupun bukan sembarang pakaian biasa.
Kemerosotan moral telah menyebabkan banyak orang meninggalkan ajaran agama mereka, sehingga kehidupan beragama mereka digambarkan seperti pakaian yang telah rusak dan robek .
Seba, artinya menghadap orang yang berkuasa/raja, disini sunan memerintahkan agar orang-orang memperbaiki beragamanya yang telah rusak tadi dengan cara menjalankan ajaran agama islam secara benar, untuk bekal menghadap allah swt di hari nanti.
Selagi masih banyak waktu,selagi masih banyak kesempatan , perbaikilah kehidupan beragamamu dan bertaubatlah.
Bergembiralah, semoga kalian mendapat anugerah dari tuhan. Disaatnya nanti datang panggilan dari yang maha kuasa nanti, sepatutnya bagi mereka yang telah menjaga kehidupan beragama-nya dengan baik untuk menjawabnya dengan gembira.

“CAHAYA ALLAH AKAN MUNCUL PADA JIWA ORANG YANG BANYAK MENGINGAT ALLAH
DAN JIKA JIWANYA BERCAHAYA MAKA WAJAHNYA PUN TERLIHAT BERCAHAYA
DENGAN CAHAYA YANG INDAH “















PENULIS

(Angga Pratama Subekti)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar